Powered By Blogger

Jumat, 04 Mei 2012

Mengenal benang rajutan (1)

Banyak jenis benang rajutan yang beredar dipasaran. Pemilihan benang yang tepat pada proyek rajutan, akan menghasilkan karya rajutan yang sempurna. Misalnya soft cotton untuk membuat baju bayi, benang katun untuk aksesori seperti bandana, taplak, atau benang wool untuk membuat jaket. Untuk itu kita harus mengenal lebih dalam jenis benang yang ada.

Pertama, kita harus tahu bahan pembuat benang (serat):
Serat diperoleh/berasal dari alam dan buatan, yang secara rinci sebagai berikut:
  • Serat alam (natural fibers), 
    1. Serat nabati (seperti kapas, linen, ramie, kapok, rosela, jute, sisal, manila, coconut, daun/sisal, sabut) 
    Contoh : benang katun
    Katun berasal dari biji tanaman kapas. Seratnya halus dan bersifat menyerap keringat.Sifatnya kuat tapi  tidak elastis. 

    2. Serat hewani (seperti wool, sutera, cashmere, llama, unta, alpaca, vicuna).
    Contoh : benang wool
    Wool berasal dari bulu hewan dari keluarga kambing atau domba. Sifatnya elastis dan tahan lama.
     
  • Serat buatan (man made fibers), adalah artificial fiber (seperti rayon, acetate), 
    Contoh : benang rayon
    Rayon dibuat dari serat hasil regenerasi selulosa . Serat yang dijadikan benang rayon berasal dari polimer organik, sehingga disebut serat semisintesis karena tidak bisa digolongkan sebagai serat sintesis atau serat alami yang sesungguhnya. Dalam industri tekstil, kain rayon dikenal dengan nama rayon viskosa atau sutra buatan. Kain ini biasanya terlihat berkilau dan tidak mudah kusut.  

    Serat sintesis (seperti polyester/tetoron, acrylic, nylon/poliamida)
    Contoh: benang acrylic
    bersifat ringan dan kuat, tapi cenderung berbulu. Sebagai serat buatan, harganya juga lebih murah dibanding benang tipe lain. Benang ini yang sering disebut benang wool kalau di Indonesia. Padahal dari segi harganya jauh berbeda dengan benang wool dari serat hewani.



    Untuk membedakan antara benang serat alami dan sintesis, dapat dengan cara membakar benang tersebut. Benang alami akan terbakar habis menjadi abu, sedangkan benang sintesis akan meleleh seperti plastik.

Bersambung....




Tidak ada komentar:

Posting Komentar